Hey hooo...
Apa kabar..? Cukup lama saya tidak mengepost'kan postingan di blog saya ini. Setelah mengabaikan berbagai ide dan inspirasi yang datang, baru sekarang saya bisa meluangkan waktu saya sejenak. *sebenarnya ini dikarenakan saat ini saya sedang merasa depresi berat, jadi butuh tempat untuk meluapkannya*
Baiklah,.. sepertinya kurang baik jika saya langsung nerocos ga jelas tanpa permisi, tanpa kuda-kuda yang bagus, mengingat baru saja kita melewati tahun 2010.. dan kini sudah di 2011' lah kita kawan..
"Selamat Tahun Baru 2011.. Happy New Year.."
Semoga ditahun ini banyak rejeki yang datang pada kita, selalu diberi kemudahan dalam menyelesaikan masalah.. Amin.
Yak!
Ditahun baru ini, pasti kalian juga punya harapan-harapan yang ingin segera terealisasikan, ingin segera mencapai apa yang sempat terhambat ditahun kemarin.
Jadi, bersemangatlah..
*padahal saya yang saat ini sedang butuh disemangati.. T.T
Tahun baru..
Pertama saya mendengar kata itu, hal pertama yang ada dibenak saya adalah ada kembang api seperti yang biasanya ada di Jepang, seperti hanabi (pesta kembang api) gitu deh.
Awalnya saya excited.. saya penasaran seperti apa kembang api pergantian tahun di sini, Surakarta.
Ada benarnya juga pepatah yang berbunyi, "Jangan mimpi tinggi2, kalau terjatuh pasti sakitnya akan terasa lebih".
Karena pada kenyataannya, saya kecewa. Cukup kecewa, karena apa yang ada dikenyataan berbeda sangat jauh dari bayangan saya.
Well, saya memang tidak pergi ke pusat kota untuk menyaksikan pergantian tahun. Saya berpikir kalau sudah terlalu banyak orang di sana, penuh dengan hiruk pikuk jalanan. Jadi, ya.. saya mengalah saja.. :)
Oke. Langsung saja.
Jadi ceritanya begini kawan,
Malam itu, waktu menunjukkan hampir tengah malam,.. dan kami (Saya dan Gilang, Mas Danang dan Mba Kiky, Mas Bre) yang notabene tidak ada kerjaan, alias tidak hang out kemana2 karena tuntutan pekerjaan dan kondisi yang sedang krisis, akhirnya hanya menghabiskan waktu di Salwa Net (warung internet yang merupakan rumah ke.. saya, entah keberapa.. haha).
Dan entah siapa yang punya ide gila itu. Saya yang baru keluar dari dalam hanya kebingungan mendengar suara histeris, heboh.. tapi tak berwujud. Dan yang jelas suara itu adalah suara Gilang dan Mas Danang.
Ternyata suara itu berasal dari atas, tepatnya mereka sedang berada di atas sebuah bangunan yang masih dalam proses pembangunan. Menaiki tangga seadanya dengan ketinggian yang tinggi menurut saya. Tapi, mendengar kehebohan mereka berdua, saya nekat saja. Dibantu Mas Bre yang memegangi tangga, saya naik ke bangunan belum sampe setengah jadi itu. Dan pastinya diikuti oleh Mba Kiky yang mungkin juga penasaran.
Keadaan dibangunan itu kalau digambarkan, saya juga kurang tahu. Secara, saat itu gelap gulita. Yang kuingat hanya diatas bangunan itu ada tumpukan material untuk membangun bangunan.
Yak!
Sampai di atas, mereka berdua kaget pastinya. Awalnya, mengudaralah kalimat2 yang menggambarkan keheranan mereka dan ketidak percayaan mereka.
Tapi, tak berlangsung lama. Setelah itu kami berempat berusaha menikmati pertunjukan yang disuguhkan oleh dunia malam itu.
Kembang api yang kami lihat dari atas bangunan itu tidaklah seindah kembang api yang saya lihat didorama-dorama. Memang lokasi kami sendiri cukup jauh dari kota, jadi melihat seadanya tanpa kemeriahan terompet atau apapun.
Saya jelas kecewa karena kembang api yang menyala tidaklah seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Tapi saya bahagia malam itu. Melewati acara tahun baru bersama kekasih untuk yang pertama kalinya, sekalipun dengan cara yang extreme. *Kenapa extreem? Iyalahh, pake naek bangunan yang belum sampe setengah jadi.. licin pula..*
Then, berakhirlah acara kembang api di malam tahun baru di atas bangunan yang belum sampe setengah jadi itu.
Kalian tahu? Acara semi romantis itu pun berlanjut dengan histeris. Bagaimana tidak? Tangga minimalis yang merupakan satu-satunya alat untuk kami turun dipindahkan dari tempatnya semula oleh Mas Bre dan Mba Intan yang sepertinya baru datang.
Alhasil, berteriak dengan histerislah kedua cowok ini. Bagaimana dengan saya dan Mba Kiky? Yahh.. kami hanya melihat sambil menunggu bantuan datang dari yang awalnya sudah usil terlebih dulu pada kami. haha.. XD
Agak lama setelah kedua cowok ini merasa sudah kehabisan tenaga buat teriak, muncullah dua orang jahil ini. Mereka mengembalikan tangga dan membantu kami, dengan iringan tawa puas tentunya. hmm,.. usil plus jahil deh.. X(
Yahh..
Waktupun terus berjalan,..
Kami semakin seru membahas kejadian malam itu, dari keheranan mereka pada saya dan Mba Kiky yang tak takut ketinggian (karena baik saat naik maupun turun, kami nyantai saja siih.. beda dengan si cowok yang terlihat kuat dan gagah,.. ternyata mereka justru takut ketinggian.. haha.. XP) sampai keusilan yang dibuat oleh Mas Bre. (=o=')
Pokoknya cadaas.. :D
Malam yang menyenangkan bagiku,..
.Goretto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar